Food,  MPASI,  Parenting

Perkembangan Bayi Usia 12-15 Bulan

Kali ini saya mau menceritakan tentang perkembangan buah hati tercinta, tidak hanya perihal MPASI yang menarik buat saya tapi juga tumbuh kembang atau istilahnya KPSP (Kuesioner Pra Skrinning Perkembangan)
Tepat di tanggal 22 Januari 2019 ini Zea berusia 12 bulan. Betapa senangnya hati saya sebagai seorang bunda dikarenakan sudah mulai boleh makan menu keluarga, seperti biasa karena mulai di umur 8 bulanan terhitung udah mulai harus gonta ganti menu agar mau makan dengan lahap. Saya mencoba mencari berbagai macam menu mpasi dari berbagai sosial media. Ikut bergabung dalam berbagai kuliah whatsapp, seminar dan juga youtube pastinya. Jadi waktu itu saya menemukan beberapa penyedap alami untuk menambah cita rasa yaitu, tomat salah satunya, jadi setiap masak saya mencoba memasukkan buah ini dengan catatan kulit tomat dikupas terlebih dahulu. Saya juga menyimpan beberapa menu di salah satu aplikasi cookpad dengan nama account : Nunuh Fidya.
Tepat di usia 12 bulan ini gula garam sudah boleh ditambahkan, dan alhamdulillah pelan tapi pasti mulai lahap lagi, cuma ketika akan tumbuh gigi ya seperti biasa sehari bisa memasak 3-5 menu ada yang di suka ada yang bakhan di tolak hehee antara gemes dan ya sedih pasti. Tapi saya selalu berusaha untuk tetap optimis dan mulai lagi mencari camilan yang tinggi kalori. Beberapa makanan yang cepat untuk booster BB adalah telur, santan, semua jenis karbo, buah alpokat. Satu hal yang harus diingat sumber lemak harus selalu ada di setia menu penyajian MPASI.
Dan beruntunglah saya mempunyai suami yang support dan selalu open minded, padahal yang sering ikut kulwap, seminar group sosial media MPASI itu saya, eh suami sering kasih solusi dan Zea pun mau. Kalau versi suami si gini, “karena kamu tu udah sepaneng duluan dan ngedrop jadi ya ga bakalan ada ide yang keluar, kamu tu harus legowo apapun permasalahan pasti ada solusi” deg dengernya hahha tapi bener si. Ya mungkin karena kita kan pakai perasaan ya bund, jadi ya susah kadang klo harus ga ikut sedih gitu, kalau lelaki kan ya memang mereka logis mikirnya :3
ini beberapa contoh tips dari suami saya dan berhasil di anak saya saat mengalami gtm:
1.Promina mie dibikin seperti martabak mie (Kalau saya kan selalu sop berkuah gitu tadinya)
2.Ubi jalar di goreng dengan tambahan bumbu bawang putih ketumbar dan garam (Kalau saya seringnya direbus kalau engga ya buat bubur)
3.Sayuran yang dia suka (wortel terutama) di rebus biasa tanpa ada tambahan bumbu apapun ( Saya biasanya buat sop atau sayur bening kencuran)
4.Daging sapi dibuat seperti daging giling (tadinya saya cuma iris tipis aja) habis itu bisa buat campuran bubur, sop, tumis dkk

 

Salam NuParenting 🙂

A blessed wife A happy mom Those who dare to teach must never cease to learn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *